Minggu, 21 November 2010

INTERMEZZO

Seorang korban insting "kebiadaban" seorang laki-laki (dalam hal ini ayah saya tentunya) yang dengan sesumbar cinta telah menaklukan hati, jiwa, raga, batin, pikiran, dan tenaga seorang wanita (peran kali ini ya mesti ibu saya, lah) untuk kemudian dipinang. To the point-nya, dengan embel-embel yang namanya cinta, mberojol-lah diriku ini. Yang kemudian, setelah menunggu selama 7 hari, ditempelkanlah nama Anita Indah Sari di dahi saya sampai sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini