Minggu, 02 Januari 2011

bencana alam


Kerusakan Hutan Penyebab Banjir Wasior  


Tim Liputan 6 SCTV
07/10/2010 18:56
Liputan6.com, Wasior: Pemerintah dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) sepakat banjir bandang di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat yang menewaskan puluhan jiwa terjadi akibat rusaknya lingkungan di daerah hulu sungai. Kerusakan  ini terjadi akibat penebangan hutan dan pembangunan yang tak terkendali.

Walhi tidak setuju jika banjir bandang tersebut semata-mata hanya peristiwa alam saja. Pasca banjir, tim Walhi di lapangan menemukan puluhan ribu kayu gelondongan di 8 daerah diantaranya Wasior satu dan dua serta Kampung Rado.

Menurut Irhash Ahmady, manajer bidang bencana Walhi, "Kerusakan hutan ini diduga dilakukan oleh perusahaan penguasaan hutan yaitu PT Wapoga Mutiara Timur dan PT Darma Mukti Persada. Mereka merupakan 'pemain lama' di daerah Manokwari dan sekitarnya sejak tahun 1990-an."

Pernyatan yang sudah tentu dibantah oleh Sudibyo Heru, mantan karyawan PT DMP. "Sudah sepuluh tahun perusahaan menghentikan usahanya, dan jaraknya wilayah operasi juga jauh dari Wasior, jadi tidak mungkin akibat penebangan liar perusahaan" katanya.

Apapun argumentasinya yang pasti kota Wasior sudah luluh lantak akibat banjir bandang di kota ini terjadi Senin (4/10) pagi waktu setempat. Empat sungai yang mengalir dari hulu menuju kota Wasior meluap. Bagi para korban, peristiwa tersebut layaknya disebut sebagai tsunami kecil.(CHR/AYB)






Jumat Malam, Pengungsi Banjir Wasior Dipulangkan  

Nico Pattipawae

03/12/2010 04:05
Liputan6.com, Manokwari: Ribuan warga korban banjir Wasior akan dipulangkan ke Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Rencananya, Pemerintah Provinsi Papua Barat memulangkan para pengungsi dengan menumpang KRI Teluk Ende, Jumat (3/12), malam.

Namun, rencana pemulangan belum diketahui semua pengungsi. Padahal, sosialisasi pemulangan tersebut sangat perlu agar para pengungsi bisa mempersiapkan segala sesuatu dengan baik.

Sekadar informasi, para pengungsi selama sekitar dua bulan menempati 96 barak yang tersebah di berbagai lokasi. Salah satu lokasi pengungsian di Lapangan Kodim 1703 Manokwari, Papua Barat.(BOG)

1 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini